Rabu, 13 September 2017


Menurut para ilmuwan, wanita yang berhenti merokok di umur 40 tahun, dapat menghindari sekitar 90 persen risiko kematian lebih cepat akibat merokok. Bila berhenti merokok di umur 30 tahun, risiko kematian yang dapat dihindari sekitar 97 persen.

Studi yang kemudian dipublikasikan dalam jurnal Lancet ini, melibatkan lebih satu juta wanita yang lahir pada 1940-an, dan temuannya serupa dengan hasil studi lain pada laki-laki.

Sir Richard Peto, dosen dan peneliti dari University of Oxford mengungkapkan, wanita yang lahir sekitar tahun 1940-an merupakan generasi pertama orang dewasa yang mulai banyak merokok. Sebab itu, barulah di abad ke-21 peneliti dapat memperhatikan dampak dan gangguan jangka panjang yang terjadi, terutama kematian dini.
Para partisipan yang berumur sekitar 55 tahun, dipantau selama 1996-2011. Mereka diminta untuk mengisi kuesioner tentang gaya hidup, serta faktor medis dan kehidupan sosial.

Dari pengamatan yang dilakukan, diketahui sekitar 66 ribu peserta tersebut meninggal dalam kurun waktu 12 tahun 
studi. Di antara yang meninggal, 20 persen di antaranya perokok, 28 persen pernah merokok, dan 52 persen sama sekali tidak merokok.

Saat dibandingkan dengan yang tidak merokok, responden yang masih merokok tiga tahun sesudah riset dimulai, kemungkinan meninggal dunianya tiga kali lipat dalam sembilan tahun ke depan.
Para ilmuwan mengatakan, penyakit yang disebabkan rokok seperti kanker paru-paru, jadi pemicu utama kematian di kalangan perokok.


Bagaimana sob, masih mau terus merokok? Atau mau memiliki umur yang panjang? Semua ada ditanganmu. Bila kamu terus merokok, berati kamu memperpendek umurmu. Sebaliknya, berhenti merokok memperpanjang umur. 


Untuk mencapai kondisi tubuh yang tetap fit di usia lanjut, pola hidup sehat bisa dimulai sejak saat muda, atau bahkan ketika masih anak-anak. Salah satu caranya adalah dengan memperbanyak konsumsi sayur mayur sebagai sumber nutrisi dan vitamin yang tinggi. Sebagaimana buah-buahan, sayur adalah makanan pokok yang wajib dijadikan bagian dari menu sehari-hari agar sel-sel dalam tubuh tetap terpenuhi dengan zat-zat yang penting.

Apa saja manfaat sayuran yang telah terbukti secara ilmiah dan direkomendasikan oleh dunia medis? Pertama, sayuran mengandung zat antioksidan yang sangat berguna untuk menghambat pertumbuhan kanker. Sel kanker yang bisa dipicu oleh radikal bebas dapat dihentikan perkembangannya apabila di dalam tubuh terkandung zat besi, magnesium, vitamin B-Kompleks, vitamin A, vitamin C, beta karoten dan sebagainya yang terdapat pada sayuran. Selain itu, sayuran juga mengandung kadar serat yang tinggi sehingga membantu kelancaran sistem pencernaan sekaligus memelihara kebersihan usus. Makanan yang rendah serat akan membuat usus bekerja ekstra keras untuk menghancurkan dan menyerap saripatinya.


Manfaat lain dari sayuran adalah kadar protein yang terkandung di dalamnya cukup tinggi. Bagi mereka yang menjalani diet sehat, mengkonsumsi sayuran dapat mengganti asupan protein yang berkurang tanpa harus beresiko menambah karbohidrat dan lemak.  Selain itu sayuran pun juga mengandung sulfida alil yang mampu menurunkan tekanan darah tinggi serta mencegah saluran pencernaan dari kemungkinan terkena kanker.

Anda giat memperjuangkan kedaulat-an pangan. Apa perbedaannya dengan ketahanan pangan yang kita kenal?

Dalam ketahanan pangan, semua orang memiliki akses terhadap pangan yang cukup, tak mempermasalahkan cara produksi, asal pangan, dan kondisi petani. Model produksinya adalah pertanian industri, perdagangan liberal, dengan organisasi inti, WTO. Sedangkan Kedaulatan Pangan adalah hak bangsa, menentukan sendiri sistem pangan yang paling cocok, meng-usung pasar lokal, dengan organisasi inti gerakan sosial demokratis.

Apa kendala utama yang dihadapi Indonesia dalam mewujudkannya?

Sistem pangan masih mengacu pada konsep ketahanan pangan. Pemerintah tak memiliki kapasitas mengintervensi langsung ke pasar. Stok pangan yang dikuasai pemerintah hanya 6-9 persen dan itu pun hanya beras. Pangan lainnya seratus persen dikuasai produsen pangan. Kondisi petani terpuruk. Dalam sepuluh tahun terakhir (2004 – 2013, Sensus Pertanian 2013), lima juta keluarga tani terpaksa keluar dari lahannya. Impor pangan 346 persen, terus meningkat hingga kini.

Apa yang harus dilakukan agar Kedaulatan Pangan tercapai di Indonesia?


Perlu perubahan besar. Antara lain, meninjau ulang peraturan dan perjanjian internasional. Hal yang tak kalah penting adalah memberikan hak bagi petani kecil untuk ikut menetapkan kebijakan pertanian, dan meningkatkan kedaulatan petani atas benih dan teknologi. Salah satu ide besar AB2TI adalah menciptakan 10.000 petani pemulia tanaman di seluruh pelosok Nusantara. 

Senin, 11 September 2017


Sebagai salah satu program prioritas Pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla, Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) gencar disuarakan. GNRM diperlukan untuk memperbaiki dan membangun karakter bangsa Indonesia yang mengacu pada nilai-nilai Integritas, Etos Kerja, dan Gotong Royong demi membangun budaya bangsa yang bermartabat, modern, maju, makmur, dan sejahtera berdasarkan Pancasila. Dasar pelaksanaan GNRM mengacu pada Perpres No.2/2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 dan diperkuat dengan Inpres No.12/2016 tentang GNRM.

GNRM sejatinya berorientasi pada dampak (outcome) dan bukan pada hasil (output). Maka, untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran seluruh elemen bangsa akan arti penting GNRM, mengevaluasi 2,5tahun pelaksanaan GNRM di Indonesia, mempercepat pelaksanaan GNRM Indonesia dalam skala nasional maupun daerah, serta sebagai sarana komunikasi, informasi dan edukasi GNRM Indonesia kepada seluruh lapisan masyarakat, Kemenko PMK, Kemenko Polhukam, Kemenko Perekenomian, Kemenko Maritim, Kemdagri, Kemenpan/RB, Pemprov Jawa Tengah, dan Pemkot Surakarta bekerjasama menyelenggarakan kegiatan ‘Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental (PKN RM) 2017’.

Kegiatan yang akan berlangsung sejak 25-27 Agustus 2017 ini akan dibuka langsung oleh Menteri KoordinatorBidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) PuanMaharani, di Stadion Manahan, Surakarta dan akan dihadiri oleh15.000 peserta dari perwakilan 34 Propinsi; 514 Kab/Kota; Kementerian/Lembaga; Dunia Usaha; LSM/Komunitas danmasyarakat umum. Adapun acara penutupan akan digelar di Benteng Vastenburg, Surakarta.

Tema yang diusung penyelenggaraan PKN RM ini adalah “Membangun Karakter Bangsa yang Kuat dan ber-Bhinneka Tunggal Ika untuk Mencapai Tujuan NKRI Berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.” Maksud tema ini adalah agar GNRM makin memasyarakat. Menurut Menko Puan Maharani, PKN ini bertujuan untuk memasyarakatkan GNRM lebih jauh, agar lebih menyatu dalamkeseharian hidup manusia Indonesia, sekaligus menunjukkan dampakpositif yang konkret dan nyata. Karenanya, dalam acara PKN itu, akan diberikan penghargaan untuk 40 karya inovasi dalam pelayanan publikdari berbagai instansi pemerintah.


Adapun beberapa inovasi pelayananpublik yang muncu dalam eksibisi di area PKN Revolusi Mental, antara lain : PELUK MY DARLING (Perawatan Luka KustaMenyeluruh Dengan Garden Healing) yang dilakukan Pemprov JawaTengah ; Si Jempol (Sistem Informasi Jaringan Elektronik MedikPasien Online) yang digagas Pemkab Tangerang ; SALEMPANG MERA (Selamatkan Pasien Pasung Melalui Tim Samurai ODGJ) olehPemkab Sampang ; Mencerdaskan Si Miskin Menjadi Generasi Emasyang dilakukan Pemprov Bali ; PANTASI MART (Pusat PengadaanFasilitas Sanitasi Masyarakat) yang digulirkan Pemkab Sumedang; PATUH SELAM (Pelayanan Administrasi Terpadu Kelurahan SelatDalam) oleh Pemkab Kapuas; TETAP BERKEMAS (Tetap Lestari Berdayakan Kelompok Masyarakat) yang diselenggarakan PemkabHulu Sungai Selatan;iJUS MELON (Ijin Usaha Mikro melalui Online) di Pemkot Semarang;Lorong Sehat (Longset) yang ada di PemkotMakassar;LASITER AMB (Layanan Transportasi Terpadu AngkutanMasyarakat Bintuni) yang diprogramkan Pemkab Bintuni. Sebagaiinformasi, 40 Inovasi Pelayanan Publik ini mewakili kombinasi darikategori, kluster lembaga, dan kewilayahan yang bertujuan kualitasdan keterwakilan. Untuk Kategori, indikatornya ialah pelayananlangsung, tatakelola pemerintahan, dan perubahan sosial. Adapun Kluster lembaga terdiri dari Kementerian/ Lembaga, Kabupaten. Kota dan BUMN. Sementara untuk kewilayahan terdiri dari Kelompok A (Sumatera, Jawa dan Bali), B (Kalimantan dan Sulawesi) serta C (Maluku, Nusa Tenggara dan Papua).

Ketua Lembaga Dakwah Khusus PP Muhammadiyah Muammad Ziyat mengatakan bahwa saat ini bangsa Indonesia tengah mengalami permasalahan yang sangat serius terkait mental dan moral berkehidupan.

"Bangsa kita dalam problem serius terkait mental dan moral para penduduknya. Contoh saat ini banyak tayangan TV yang tidak mendidik. Berbagai kejahatan setiap hari bisa disaksikan, termasuk korupsi yang seolah semakin menjadi-jadi," ujar Ziyat saat ceramah Shalat Idul Adha di halaman Bank Indonesia, di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
Dia menambahkan, saat ini generasi Indonesia juga mulai krisis pada empat aspek utama yakni ilmu pengetahuan, ekonomi, ilmu agama dan akhlak sehingga seolah-olah bangsa semakin kehilangan jati dirinya.

Untuk itu, ia mengajak seluruh rakyat Indonesia menjadikan Hari Raya Idul Adha 1438 Hijriah sebagai momentum penguatan dan peningkatan keimanan dan ketakwaan yang berujung pada penguatan empat aspek tersebut.

Ziyat juga mengajak jamaah yang hadir menjadikan Nabi Ibrahim dan keluarganya sebagai contoh serta teladan dalam menjalankan setiap aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
"Idul Adha haruslah mampu kita manfaatkan untuk menyadarkan dan tingkatkan keimanan yang memgantarkan kehidupan kita lebih bermakna. Pelajaran penting bahwa semangat keberagaman dan kecintaan kepada Allah serta contoh ketaatan Ibrahim yang diabadikan dalam ayat Alquran yang harus kita pegang teguh yakni tak meninggalkan serta membela kebenaran dan memperjuangkannya dalam setiap sendi kehidupan," katanya.
    
Guru besar Universitas Indonesia, Prof Paulus Wirutomo mengatakan bahwa revolusi mental harus dimulai dari sendiri lalu berkembang ke lingkungan yang lebih besar seperti tetangga dan desa ataupun kelurahan lalu ke kecamatan hingga ke kabupaten dan Provinsi.

Oleh karena itu diri sendiri menjadi faktor utama terjadinya perubahan karena itu jangan pernah mengharapkan perubahan kalau diri sendiri belum berubah.
Hal tersebut dikatakan Guru Besar Universitas Indonesia, Prof Paulus Wirutomo saat menjadi pembicara dalam kegiatan pelaksanaan focus group discussion pembentukan gugus tugas gerakan nasional revolusi mental Kabupaten Ende tahun 2017 yang berlangsung di Aula Hotel Flores Mandiri, Ende.

     Dikatakan revolusi mental adalah usaha untuk mengubah karakter Bangsa Indonesia karena itu revolusi mental harus dipraktekan bukan sekedar omong-omong saja.
Dikatakan revolusi adalah suatu gerakan seluruh masyarakat dengan cara yang cepat untuk mengangkat kembali beberapa nilai yang secara strategis amat diperlukan oleh masyarakat Indonesia untuk mampu menciptakan ketertiban dan kesejahteraan rakyatnya dan memenangkan persaingan dan mampu berdiri sejajar dengan bangsa lain.

      Prof Paulus mengatakan bahwa secara sosialogis kondisi karakter Bangsa Indonesia yang buruk seperti tidak mandiri juga individualistik dan koruptif juga tidak kreatif sudah tertatanam dalam kebudayaan Bangsa Indonesia dalam kurun waktu yang panjang.

Jadi revolusi mental harus mengubah sebagaian dan kebudayaan bangsa yang mengalami pembusukan sekaligus juga mengembangkan unsur-unsur positif Bangsa Indonesia yang perlu dipertahankan seperti gotong royong.

Minggu, 10 September 2017

Menteri Pariwisata, Arief Yahya menekankan pentingnya 'Brand Value' untuk sebuah negara. Terutama dalam mengenalkan dan mengembangkan sektor pariwisata ke tingkat global.
Seperti yang saat ini tengah gencar ia kampanyekan mengenai branding Wonderful Indonesia dalam segala aspek kepariwisataan Indonesia. Menurutnya, hal ini sangat penting diterapkan sebagai rencana jangka panjang sehingga memiliki manfaat dalam skala besar.

Arief mengungkapkan salah satu bagian yang harus diperhatikan dalam memperkuat upaya branding management yaitu logo. Dimana desain logo harus menarik dan fleksibel. Termasuk dalam mendesain master ataupun destination branding.


Ke depan, Arief terus berinovasi dalam mempromosikan potensi wisata Indonesia. Tak sekadar melalui branding, namun juga penguatan pemasaran melalui media digital yang ditargetkan dapat mencapai 50:50 berbanding dengan media konvensional.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus tebar pesona untuk menarik Wisatawan mancanegara (Wisman). Salah satunya dengan ikut ambil bagian di perhelatan Inafest 2017 untuk menyelenggarakan Indonesia Week pada tanggal 20–26 Mei 2017 di Oriental Peral Tower, Shanghai, China.

Deputi Pemasaran Mancanegara I Gde Pitana didampingi Asdep Pengembangan Pasar Asia Pasifik Vinsensius Jemadu mengatakan, promosi pariwisata melalui Promosi Wonderful Indonesia pada Inafest 2017 merupakan bentuk dukungan dari Kementerian Pariwisata kepada KJRI Shanghai yang bekerja sama dengan Indonesia Chamber of Commerce in China (INACHAM).


VJ memaparkan, tujuan kegiatan ini adalah promosi terpadu antara trade, tourism dan investment. Melalui kegiatan ini juga diharapkan ada penambahan daya jangkau dan daya penetrasi pada pasar baik untuk kepentingan perdagangan ekspor, menarik wisatawan mancanegara dan penanaman modal asing di Indonesia.

Di tempat yang sama, KJRI juga akan menyelenggarakan “Pameran Foto Sepuluh Destinasi Wisata Indonesia” dan “Festival Kuliner” selama sepekan  yakni dari 20 hingga 26 Mei 2017. Untuk acara tersebut akan digelar pada 20 – 26 Mei 2017 dan acara fashion show digelar pada 23 Mei 2017 di tempat yang sama. VJ berharap, dengan acara ini akan terjadi kontak dengan komunitas fashion di Shanghai sehingga terjalin business-to-business contact.


Wonderful Indonesia atau Pesona Indonesia adalah janji pariwisata Indonesia kepada dunia. Kata “Wonderful” atau “Pesona” mengandung janji bahwa Indonesia kaya dengan ketakjuban, dari segala aspek manusia maupun alamnya, yang mengusik kalbu dan menjanjikan pengalaman baru yang menyenangkan.

Untuk tahun 2017 Indonesia menggelar paviliun seluas 487 meter persegi. Paviliun Indonesia terletak di Hall 26 A nomor 120 dengan bentuk kapal Phinisi dan rumah adat Flores, Wae Rebo. Di paviliun tersebut, pengunjung pameran disuguhi oleh berbagai penampilan seni termasuk tarian Papua, tarian Bali, tarian adat Betawi, dan tari saman asal Aceh.


I Gde Pitana, Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Mancanegara, mengatakan bahwa pada gelaran ITB Berlin 2017 tersebut, Indonesia turut serta menggandeng sejumlah penyedia jasa serta pelaku pariwisata di Indonesia.Tidak hanya pertunjukan seni, Paviliun Indonesia juga menghadirkan sejumlah hal unik lainnya. Seperti contohnya kopi dan henna Indonesia.Tema yang diusung Indonesia di dalam ITB Berlin 2017 adalah keragaman budaya dan maritim. Menurut I Gde Pitana, kedua unsur tersebut diharapkan menjadi bagian dari Indonesia yang mampu menarik minat para pengunjung pameran tersebut.

Dalam aspek individu dan masyarakat (keluarga), budi pekerti ini mencakup hal-hal mendasar yang sangat diperlukan oleh individu yaitu kesadaran untuk bertingkah laku baik dan selalu menjaga nilai-nilai tersebut. Nilai-nilai dasar sesungguhnya dapat diajarkan melalui media dan lembaga apapun serta akan lebih baik jika di ajarkan ketika kita masih dini oleh keluarga kita sendiri. Namun tak dapat dipungkiri, pada era globalisasi seperti ini, media menjadi sarana yang paling efektif untuk membentuk kepribadian individu baik media sosial seperti facebook, twitter, dan blog ataupun media pembelajaran berbasis penceritaan seperti dongeng dan mitos untuk anak-anak usia dini yang sejatinya telah ditanamkan oleh orang tua kita semenjak kita masih kecil.

Selanjutnya, tugas kita pada saat ini adalah memilih nilai budi pekerti yang harus diprioritaskan dalam mengatasi permasalahan di abad ke-21 ini terutama dalam masalah degradasi moral ketika moral tidak diselaraskan dengan kemajuan teknologi. Dalam media sosial, kita bisa memilah grup-grup yang memotivasi kita agar menjadi lebih baik dan grup yang senantiasa memberikan tips-tips untuk menghadapi perkembangan zaman yang dinamis ini karena kita sadari , semakin banyak kita melihat dan mendengar tayangan yang bernilai positif, maka tingkah laku kita pun akan positif, namun apabila kita lebih sering melihat dan mendengar hal yang negatif, maka tingkah laku kita pun akan meniru hal-hal yang demikian. Sehingga, dalam dunia media sosial pun, interaksi menjadi bagian yang paling penting seperti hal nya di dunia nyata sehingga kita harus berhati-hati ketika kita berteman di dunia maya, karena secara tidak langsung hal tersebut dapat membentuk kepribadian kita, apakah akan berbudi pekerti luhur dalam arti menanamkan nilai-nilainya dan memahami esensinya ataukah sebaliknya, membentuk kepribadian kita yang tidak selaras dengan budi pekerti luhur.
Bukan hal yang asing lagi bagi pelajar jaman sekarang bila mendengar kata budi pekerti karena kini tengah didengungkan kembali. Semakin banyak masyarakat yang sadar dan tergerak untuk kembali pada karakter asli bangsa ini.Dengan harapan, akan semakin banyak masyarakatnya yang sadar dan tergerakkan olehnya.
Contoh-contoh ini sering kita lihat sehari-hari. Bahkan kita pun mungkin pernah melakukannya. Entah disengaja atau karena tuntutan keadaan. Yang jelas, contoh-contoh ini adalah refleksi dari kehidupan kita.
Berikut beberapa perilaku yang menanamkan budi pekerti :
1. Terima kasih dan Sama-sama
Coba anda pikir, berapa jumlah orang yang telah membantu anda hari ini? Orang tua anda, abang angkot, petugas kebersihan, guru, teman, penjual makanan, tukang asongan, pengamen, dll. Banyak bukan? Lalu... Berapa terima kasih yang telah anda ucapkan? Saya rasa hanya sekian persen dari keseluruhan. Padahal ucapan terima kasih yang disertai senyum tulus adalah balas jasa terindah dan 'lebih berasa' dibandingkan uang dan materi lainnya.

2. Maaf
Manusia adalah tempatnya salah. Karena itu, mengapa kita tak meminta maaf? Padahal kita disuruh untuk melupakan setiap kebaikan yang telah kita lakukan dan mengingat betul setiap kesalahan yang telah kita lakukakan. Tapi mengapa? justru kebalikannya adalah fakta yang ada.

3. Meminta Izin

Pernahkan anda mendapat permintaan izin dari komputer untuk menjalankan sesuatu? Lihat! Komputer saja meminta izin. Mengapa kita tidak? Padahal izin adalah pintu masuk menuju kesepahaman bersama. Ya itulah yang harus kita lakukan untuk menghindari kesalahpahaman. Meminta izin juga bisa memupuk kepercayaan dan menghindari kecurigaan sosial.

Sabtu, 09 September 2017

Muatan Pendidikan Budi Pekerti dalam Setiap Pelajaran

Sudah bukan hal baru lagi jika hampir di tiap sekolah, guru agama dan guru BP diberi wewenang untuk “mengajar” budi pekerti, sehingga muncul kesan kedua guru itulah yang bertangung jawab atas merosotnya akhlak dan karakter siswa.
 Kita tentu lebih bijak dalam menangapinya. Karena selain kedua guru itu, guru lainpun sebenarnya tidak dapat lepas dari tangung jawab “mendidik” siswa dalam berbudi pekerti. Apakah mungkin, guru fisika akan membiarkan saja muridnya belajar di kelas sambil mengangkat kaki (jegang, bhs. Jawa), atau guru biologi akan membiarkan siswanya melakukan praktikum sambil duduk di meja? Tentu tidak. Di sinilah tiap guru, apapun bidang yang diajarkannya, mengambil peran menyampaikan pendidikan budi pekerti itu.

Strategi Muatan Pendidikan Budi Pekerti Pada Tiap Pelajaran 

Secara sistematis nilai-nilai budi pekerti diintegrasikan dalam materi pembelajaran. Dan untuk menumbuhkan nilai-nilai budi pekerti dalam diri siswa, penyampaiannya harus dalam suasana kondusif dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Guru dan seluruh staf sekolah harus mampu menjadi teladan insan berbudi pekerti luhur, baik dalam tutur kata maupun tindakan. Budi pekerti (karakter) bukan bersifat pelajaran melainkan proses pendidikan berbasis perilaku. Jadi budi pekerti / karakter itu tidak diajarkan seperti ilmu pasti atau sosial, melainkan pendidikan yang lebih mengedepankan contoh perilaku.

Hasil Pendidikan Budi Pekerti

Bagai teman seiring” ungkapan ini tepat dipakai untuk mengambarkan dua subjek yang sama-sama mengelola karakter siswa, yaitu pendidikan agama dan pendidikan budi pekerti. Yang membedakan adalah relasi diri terdidik (siswa) dengan implementasi hasil didikan yang telah diterimanya. Pendidikan agama lebih menekankan pada keyakinan akan kebenaran nilai-nilai agama yang dianutnya, sedangkan pendidikan budi pekerti memberi penekanan pada norma perilaku beretika dalam kehidupan berinteraksi. Pendidikan budi pekerti selalu dihubungkan dengan penghargaan terhadap diri sendiri, orang lain, dan lingkungan.
Jadi, seseorang yang berbudi pekerti berarti ia menghargai diri sendiri, orang lain, serta lingkungannya karena dengan demikian tergambar dengan jelas nilai-nilai ahklak seperti pada ajaran agama, apapun agamanya. Dan pada penerapannya, perilaku siswa lebih cenderung pada sikap saling menghargai, saling menghormati, dan saling mengasihi baik dalam bertutur kata maupun bertingkah laku.