Rabu, 13 September 2017

Jaga paru – paru kita dengan…


Menurut para ilmuwan, wanita yang berhenti merokok di umur 40 tahun, dapat menghindari sekitar 90 persen risiko kematian lebih cepat akibat merokok. Bila berhenti merokok di umur 30 tahun, risiko kematian yang dapat dihindari sekitar 97 persen.

Studi yang kemudian dipublikasikan dalam jurnal Lancet ini, melibatkan lebih satu juta wanita yang lahir pada 1940-an, dan temuannya serupa dengan hasil studi lain pada laki-laki.

Sir Richard Peto, dosen dan peneliti dari University of Oxford mengungkapkan, wanita yang lahir sekitar tahun 1940-an merupakan generasi pertama orang dewasa yang mulai banyak merokok. Sebab itu, barulah di abad ke-21 peneliti dapat memperhatikan dampak dan gangguan jangka panjang yang terjadi, terutama kematian dini.
Para partisipan yang berumur sekitar 55 tahun, dipantau selama 1996-2011. Mereka diminta untuk mengisi kuesioner tentang gaya hidup, serta faktor medis dan kehidupan sosial.

Dari pengamatan yang dilakukan, diketahui sekitar 66 ribu peserta tersebut meninggal dalam kurun waktu 12 tahun 
studi. Di antara yang meninggal, 20 persen di antaranya perokok, 28 persen pernah merokok, dan 52 persen sama sekali tidak merokok.

Saat dibandingkan dengan yang tidak merokok, responden yang masih merokok tiga tahun sesudah riset dimulai, kemungkinan meninggal dunianya tiga kali lipat dalam sembilan tahun ke depan.
Para ilmuwan mengatakan, penyakit yang disebabkan rokok seperti kanker paru-paru, jadi pemicu utama kematian di kalangan perokok.


Bagaimana sob, masih mau terus merokok? Atau mau memiliki umur yang panjang? Semua ada ditanganmu. Bila kamu terus merokok, berati kamu memperpendek umurmu. Sebaliknya, berhenti merokok memperpanjang umur. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar