Sebagai salah satu program prioritas Pemerintahan Joko
Widodo – Jusuf Kalla, Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) gencar
disuarakan. GNRM diperlukan untuk memperbaiki dan membangun karakter bangsa
Indonesia yang mengacu pada nilai-nilai Integritas, Etos Kerja, dan Gotong
Royong demi membangun budaya bangsa yang bermartabat, modern, maju, makmur, dan
sejahtera berdasarkan Pancasila. Dasar pelaksanaan GNRM mengacu pada Perpres
No.2/2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019
dan diperkuat dengan Inpres No.12/2016 tentang GNRM.
GNRM sejatinya berorientasi pada dampak (outcome) dan bukan
pada hasil (output). Maka, untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran seluruh
elemen bangsa akan arti penting GNRM, mengevaluasi 2,5tahun pelaksanaan GNRM di
Indonesia, mempercepat pelaksanaan GNRM Indonesia dalam skala nasional maupun
daerah, serta sebagai sarana komunikasi, informasi dan edukasi GNRM Indonesia
kepada seluruh lapisan masyarakat, Kemenko PMK, Kemenko Polhukam, Kemenko Perekenomian,
Kemenko Maritim, Kemdagri, Kemenpan/RB, Pemprov Jawa Tengah, dan Pemkot
Surakarta bekerjasama menyelenggarakan kegiatan ‘Pekan Kerja Nyata Revolusi
Mental (PKN RM) 2017’.
Kegiatan yang akan berlangsung sejak 25-27 Agustus 2017 ini
akan dibuka langsung oleh Menteri KoordinatorBidang Pembangunan Manusia dan
Kebudayaan (Menko PMK) PuanMaharani, di Stadion Manahan, Surakarta dan akan
dihadiri oleh15.000 peserta dari perwakilan 34 Propinsi; 514 Kab/Kota;
Kementerian/Lembaga; Dunia Usaha; LSM/Komunitas danmasyarakat umum. Adapun
acara penutupan akan digelar di Benteng Vastenburg, Surakarta.
Tema yang diusung penyelenggaraan PKN RM ini adalah
“Membangun Karakter Bangsa yang Kuat dan ber-Bhinneka Tunggal Ika untuk Mencapai
Tujuan NKRI Berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.” Maksud tema ini adalah agar
GNRM makin memasyarakat. Menurut Menko Puan Maharani, PKN ini bertujuan untuk
memasyarakatkan GNRM lebih jauh, agar lebih menyatu dalamkeseharian hidup
manusia Indonesia, sekaligus menunjukkan dampakpositif yang konkret dan nyata.
Karenanya, dalam acara PKN itu, akan diberikan penghargaan untuk 40 karya
inovasi dalam pelayanan publikdari berbagai instansi pemerintah.
Adapun beberapa inovasi pelayananpublik yang muncu dalam
eksibisi di area PKN Revolusi Mental, antara lain : PELUK MY DARLING (Perawatan
Luka KustaMenyeluruh Dengan Garden Healing) yang dilakukan Pemprov JawaTengah ;
Si Jempol (Sistem Informasi Jaringan Elektronik MedikPasien Online) yang
digagas Pemkab Tangerang ; SALEMPANG MERA (Selamatkan Pasien Pasung Melalui Tim
Samurai ODGJ) olehPemkab Sampang ; Mencerdaskan Si Miskin Menjadi Generasi
Emasyang dilakukan Pemprov Bali ; PANTASI MART (Pusat PengadaanFasilitas
Sanitasi Masyarakat) yang digulirkan Pemkab Sumedang; PATUH SELAM (Pelayanan
Administrasi Terpadu Kelurahan SelatDalam) oleh Pemkab Kapuas; TETAP BERKEMAS
(Tetap Lestari Berdayakan Kelompok Masyarakat) yang diselenggarakan PemkabHulu
Sungai Selatan;iJUS MELON (Ijin Usaha Mikro melalui Online) di Pemkot Semarang;Lorong
Sehat (Longset) yang ada di PemkotMakassar;LASITER AMB (Layanan Transportasi
Terpadu AngkutanMasyarakat Bintuni) yang diprogramkan Pemkab Bintuni.
Sebagaiinformasi, 40 Inovasi Pelayanan Publik ini mewakili kombinasi
darikategori, kluster lembaga, dan kewilayahan yang bertujuan kualitasdan
keterwakilan. Untuk Kategori, indikatornya ialah pelayananlangsung, tatakelola
pemerintahan, dan perubahan sosial. Adapun Kluster lembaga terdiri dari
Kementerian/ Lembaga, Kabupaten. Kota dan BUMN. Sementara untuk kewilayahan
terdiri dari Kelompok A (Sumatera, Jawa dan Bali), B (Kalimantan dan Sulawesi)
serta C (Maluku, Nusa Tenggara dan Papua).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar