Dalam aspek individu dan masyarakat
(keluarga), budi pekerti ini mencakup hal-hal mendasar yang sangat diperlukan
oleh individu yaitu kesadaran untuk bertingkah laku baik dan selalu menjaga
nilai-nilai tersebut. Nilai-nilai dasar sesungguhnya dapat diajarkan melalui
media dan lembaga apapun serta akan lebih baik jika di ajarkan ketika kita
masih dini oleh keluarga kita sendiri. Namun tak dapat dipungkiri, pada era
globalisasi seperti ini, media menjadi sarana yang paling efektif untuk
membentuk kepribadian individu baik media sosial seperti facebook, twitter, dan
blog ataupun media pembelajaran berbasis penceritaan seperti dongeng dan mitos
untuk anak-anak usia dini yang sejatinya telah ditanamkan oleh orang tua kita
semenjak kita masih kecil.
Selanjutnya, tugas kita pada saat
ini adalah memilih nilai budi pekerti yang harus diprioritaskan dalam mengatasi
permasalahan di abad ke-21 ini terutama dalam masalah degradasi moral ketika
moral tidak diselaraskan dengan kemajuan teknologi. Dalam media sosial, kita
bisa memilah grup-grup yang memotivasi kita agar menjadi lebih baik dan grup
yang senantiasa memberikan tips-tips untuk menghadapi perkembangan zaman yang
dinamis ini karena kita sadari , semakin banyak kita melihat dan mendengar
tayangan yang bernilai positif, maka tingkah laku kita pun akan positif, namun
apabila kita lebih sering melihat dan mendengar hal yang negatif, maka tingkah
laku kita pun akan meniru hal-hal yang demikian. Sehingga, dalam dunia media
sosial pun, interaksi menjadi bagian yang paling penting seperti hal nya di
dunia nyata sehingga kita harus berhati-hati ketika kita berteman di dunia
maya, karena secara tidak langsung hal tersebut dapat membentuk kepribadian
kita, apakah akan berbudi pekerti luhur dalam arti menanamkan nilai-nilainya
dan memahami esensinya ataukah sebaliknya, membentuk kepribadian kita yang
tidak selaras dengan budi pekerti luhur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar