Senin, 11 September 2017

Revolusi Mental Bangsa Indonesia

    
Guru besar Universitas Indonesia, Prof Paulus Wirutomo mengatakan bahwa revolusi mental harus dimulai dari sendiri lalu berkembang ke lingkungan yang lebih besar seperti tetangga dan desa ataupun kelurahan lalu ke kecamatan hingga ke kabupaten dan Provinsi.

Oleh karena itu diri sendiri menjadi faktor utama terjadinya perubahan karena itu jangan pernah mengharapkan perubahan kalau diri sendiri belum berubah.
Hal tersebut dikatakan Guru Besar Universitas Indonesia, Prof Paulus Wirutomo saat menjadi pembicara dalam kegiatan pelaksanaan focus group discussion pembentukan gugus tugas gerakan nasional revolusi mental Kabupaten Ende tahun 2017 yang berlangsung di Aula Hotel Flores Mandiri, Ende.

     Dikatakan revolusi mental adalah usaha untuk mengubah karakter Bangsa Indonesia karena itu revolusi mental harus dipraktekan bukan sekedar omong-omong saja.
Dikatakan revolusi adalah suatu gerakan seluruh masyarakat dengan cara yang cepat untuk mengangkat kembali beberapa nilai yang secara strategis amat diperlukan oleh masyarakat Indonesia untuk mampu menciptakan ketertiban dan kesejahteraan rakyatnya dan memenangkan persaingan dan mampu berdiri sejajar dengan bangsa lain.

      Prof Paulus mengatakan bahwa secara sosialogis kondisi karakter Bangsa Indonesia yang buruk seperti tidak mandiri juga individualistik dan koruptif juga tidak kreatif sudah tertatanam dalam kebudayaan Bangsa Indonesia dalam kurun waktu yang panjang.

Jadi revolusi mental harus mengubah sebagaian dan kebudayaan bangsa yang mengalami pembusukan sekaligus juga mengembangkan unsur-unsur positif Bangsa Indonesia yang perlu dipertahankan seperti gotong royong.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar