Guru besar Universitas Indonesia, Prof Paulus Wirutomo
mengatakan bahwa revolusi mental harus dimulai dari sendiri lalu berkembang ke
lingkungan yang lebih besar seperti tetangga dan desa ataupun kelurahan lalu ke
kecamatan hingga ke kabupaten dan Provinsi.
Oleh karena itu diri sendiri menjadi faktor utama terjadinya perubahan karena itu jangan pernah mengharapkan perubahan kalau diri sendiri belum berubah.
Hal tersebut dikatakan Guru Besar Universitas Indonesia,
Prof Paulus Wirutomo saat menjadi pembicara dalam kegiatan pelaksanaan focus
group discussion pembentukan gugus tugas gerakan nasional revolusi mental
Kabupaten Ende tahun 2017 yang berlangsung di Aula Hotel Flores Mandiri, Ende.
Dikatakan revolusi mental adalah usaha untuk mengubah
karakter Bangsa Indonesia karena itu revolusi mental harus dipraktekan bukan
sekedar omong-omong saja.
Dikatakan revolusi adalah suatu gerakan seluruh masyarakat
dengan cara yang cepat untuk mengangkat kembali beberapa nilai yang secara
strategis amat diperlukan oleh masyarakat Indonesia untuk mampu menciptakan
ketertiban dan kesejahteraan rakyatnya dan memenangkan persaingan dan mampu
berdiri sejajar dengan bangsa lain.
Prof Paulus mengatakan bahwa secara sosialogis kondisi karakter Bangsa
Indonesia yang buruk seperti tidak mandiri juga individualistik dan koruptif
juga tidak kreatif sudah tertatanam dalam kebudayaan Bangsa Indonesia dalam
kurun waktu yang panjang.
Jadi revolusi mental harus mengubah sebagaian dan kebudayaan
bangsa yang mengalami pembusukan sekaligus juga mengembangkan unsur-unsur
positif Bangsa Indonesia yang perlu dipertahankan seperti gotong royong.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar